LIPUTAN UTAMA

More on this category »
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Liputan Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Utama. Tampilkan semua postingan

Puluhan Mahasiswa Galang Dana Untuk Rakyat Gaza

Written By KabarInvestigasi on Sabtu, 24 November 2012 | 08.25

POSTTIME, DENPASAR - Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Bali menggelar aksi solidaritas untuk korban serangan militer Israel di Palestina. Mereka juga mengutuk agresi Israel terhadap masyarakat Palestina di Jalur Gaza.

Aksi yang mengusung tema 'Dari Bali Untuk Palestina' ini dipusatkan di perempatan depan Matahari Duta Plaza Jl Dewi Sartika Denpasar, Jumat (23/11/2012) sore. Selain berorasi, massa juga menggalang dana dari pengguna jalan. Selain itu sebelumnya mereka juga sudah menggalang donasi di beberapa masjid di Denpasar.

"Aksi ini adalah untuk memberikan dukungan kepada warga Palestina atas agresi Israel, apalagi dari tayangan televisi terlihat betapa kejamnya aksi pasukan Israel ini," kata Ketua Forum Lingkar Pena Bali, Lailatul Widayati, kepada wartawan.

Dia berharap agresi militer Israel ini bisa membuka mata semua negara sehingga warga dunia bisa menghentikan agresi tersebut.

"Ribuan korban sudah melayang di Palestina, saatnya mari kita serukan untuk hentikan tindakan itu," imbuhnya.

Aksi ini diikuti oleh berbagai organisasi seperti FPMI-Unud, AMMUKI-STIKI Indonesia, M-Cos-Stikom Bali, KAMMI, dan sejumlah organisasi lainnya.

Sumber : detiknews

Gagalnya Operasi Darat, PM Israel Dianggap Pecundang

Written By KabarInvestigasi on Jumat, 23 November 2012 | 15.41

POSTTIME, TEL AVIV - Setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas disepakati, kedua belah pihak yang berseteru justru merayakan kemenangan. Namun sejumlah pasukan Israel yang haus peperangan mengecam hal itu karena mereka menginginkan operasi jalur darat.

Gencatan senjata itu menjadi mimpi buruk bagi 16 pasukan Israel. Mereka terlihat frustrasi dan berbaring di lapangan dan membentuk formasi hingga menyerupai tulisan ibrani yang berbunyi "Bibi (Perdana Menteri Benjamin Netanyahu) pecundang." Foto dari 16 serdadu Negeri Yahudi dan memicu kontroversi.

Sejumlah pihak menilai, foto itu patut diproses secara hukum, namun beberapa pihak lainnya mengatakan bahwa pasukan-pasukan itu mengalami tekanan dan frustrasi. Mereka jelas dipersiapkan untuk berperang di jalur darat, namun saat ini mereka justru diminta menahan diri. Demikian, seperti diberitakan Times of Israel, Jumat (23/11/2012).

Gencatan senjata dan proses perdamaian itu tidak hanya dikecam oleh 16 militer Israel. Salah seorang ulama senior yang menjadi politisi kawakan Ikhwanul Muslimin Mesir, Mohammed Badie, turut mengecam proses gencatan senjata itu.

Badie mengaku, Israel memang tidak pernah mengerti apapun kecuali peperangan. Oleh karena itu, warga Palestina dan siapapun juga harus mewaspadai tipuan-tipuan dari mereka yang mengatasnamakan "perjanjian damai."

Setelah Presiden Mesir Mohamed Mursi sukses membuat Israel dan Hamas melakukan gencatan senjata, Badie justru menyuarakan perang suci untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Israel. Badie memandang jihad sebagai salah satu kewajiban warga Muslim untuk melawan Israel.

Tanpa disadari, Israel justru menarik manfaat dari gencatan senjata yang disepakatinya dengan Hamas. Negeri Yahudi itu berhasil mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang berkomitmen untuk memperkuat keamanan Israel. Obama pun mulai merencanakan penguatan sistem pertahanan misil Iron Dome yang sudah berkontribusi melindungi wilayah Negeri Yahudi dari serangan roket.

Kemendikbud Dirikan Institut Baru, Untuk Menambah Insinyur

POSTTIME, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendirikan perguruan tinggi baru, untuk bisa mendorong populasi mahasiswa teknik.

"Kita akan mendirikan institut baru, untuk memperbanyak mahasiswa teknik," ujar Mendikbud M Nuh menjawab pertanyaan wartawan, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/12/2012).

Saat ini jumlah mahasiswa tehnik diakui masih minim, sebab titel insinyur di Indonesia tidak diakui, menyusul tidak ada perangkat hukum yang memayunginya. "Hanya 11 persen," mantan Rektor ITS ini mengimbuhkan.

Tidak hanya itu, dia juga meminta kepada sejumlah perguruan tinggi negeri yang memiliki jurusan tehnik untuk terus menambah jumlah populasinya. "Seperti ITS, akan kita ekspansi kapasitasnya," pungkas dia.


Sumber : okezone

Indonesia Kekurangan Jumlah Insinyur

Written By KabarInvestigasi on Rabu, 21 November 2012 | 16.22

POSTTIME, JAKARTA - Indonesia saat ini tengah kekurangan jumlah insinyur. Ini tidak bisa dianggap sepele, sebab imbas kurangnya tenaga ahli tersebut bisa menggagu dalam proses pembangunan.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Persoalan ini rencananya akan dibahas dalam Kongres XIX-2012 (PII).

"Kami mengajak seluruh insinyur untuk meningkatkan kompetensi profesi untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing kita," ujar Ketua PII Said Didu dalam sambutannya di makalah Kongres XIX-2012, seperti dikutip Okezone, Rabu (21/12/2012).

Menurut Said, tema yang diangkat dalam kongres kali ini adalah Memperkuat Industri Berbasis Nilai Tambah dan Infrastruktur Pendukungnya untuk mempercepat Pembangunan Berkelanjutan. Acara tingkat nasional yang akan digelar 26-27 November di Jakarta ini, mengangkat lima agenda, yakni menata ulang strategi pembangunan nasional, menyempurnakan pembangunan nasional, memantapkan kebijakan jangka panjang di bidang infrastruktur, energi, pangan dan air.

"Serta, meningkatkan jumlah dan kualitas SDM Iptek dan percepatan penguasaan teknologi serta menyelesaikan hukum profesi," ujar mantan Sesmeneg BUMN ini.**

Persatuan Insinyur Indonesia Desak RUU Keinsinyuran Cepat Digedok

POSTTIME, JAKARTA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendesak agar rancangan undang-undang (RUU) Keinsinyuran bisa cepat diketok.

Harapan ini diutarakan oleh Ketua Umum PII Said Didu dalam sambutannya di makalah Kongres XIX-2012, seperti dikutip Okezone, Rabu (21/12/2012).

Said berharap, PII bersama DPR bisa menyelesaikan rancangan tersebut menjadi UU secara bersama-sama. "Kami berharap agar bulan-bulan ini," Said mengimbuhkan.

Sekadar diketahui, saat ini RUU Keinsinyuran tengah dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR. RUU ini, di antaranya untuk mewujudkan tenaga ahli insinyur dalam negeri. Tujuannya untuk menjaga standar dan kompetensi di kancah internasional, antara lain melalui mekanisme sertifikasi. **

HUKRIM

More on this category »

LIPSUS

More on this category »
 
HOME | REDAKSI | KARIR
Copyright © 2011. PANTURA PRESS - All Rights Reserved
Powered by MEDIA ONLINE